Kamis, 03 Desember 2015

Kembali berat!!!


Aih bahaya tingkat khatulistiwa, berat ayu kembali ke berat terberat. Naik 4kg, luar biasa. Seminggu sakit, tidak olah raga sama sekali, asupan sekarung, lengkap sudah.
Efek, ya efeknya berat buat naik turun tangga. Cepet capek. Ada gumpalan imut dipinggang. Baju tidak jadi lega seperti biasa. Tentu ini tidak menyenangkan. Dan ada beliau dengan senyum penuh arti noel noel sambil bilang empuk. Beliau memang aneh, mendambakan naik berat badan yang kunjung datang. Aaaah tetap saja ayu tetap tak terima.

Bakung orange dede


Dede sekarang sibuk sekali. Merawat bayi jamur katanya, lupa jamur apa. Jadi perempuan saya memang tidak begitu mengingat hal detail, beda dengannya. Saya sering terkaget kaget dengan informasi detail yang beliau beritakan. Padahal katanya bersumber dari saya, kapan saya bicara saja saya tak ingat. Maaf ya kawan.
Oh ya, iya ini bunga bakung yang dirawatnya. Begitu berbunga, beliau kirimkan segera gambarnya. Katanya masih ada 3 jenis lagi. Wah tampaknya pelukis satu ini beralih menjadi petani. Good job, de! Ayu iri hehe

Bakung Orange



Bunga bunga di rumah mama teti, dago atas

Rumah di daerah dago tampaknya menyenangkan, udara sejuk dan tanahnya subur. Sepertinya menanam apapun bakal tumbuh. I am dreaming now hahaha.
Besok kedepannya, jika rezeki berlebih, membeli rumah kecil disini tentu tidak akan rugi.




 

















Flowers in Mak tuo Jerman Villa, Jatihandap Caheum

2 minggu disana, masak dan berkebun. Entah apa yang sebenarnya dicari, kebingungan yang tak terjawab. Bukankah cinta sudah ada? Keluarga, sahabat,bahkan kini kekasih. Kepuasan apa yang kau cari cah ayu? Duh gusti selamatkan jiwa yang haus.


 







Jumat, 30 Oktober 2015

Semoga saja

Katanya ingin muncul dengan manisnya dalam blog ini. Katanya ingin dituliskan sesuatu dalam blog ini. Katanya

Ah daku tak hendak
Tak ada yang hendak dibagi, selain doa doa yang menginginkan hasil akhir yang baik
Tak ada yang hendak diceritakan, selain rasa syukur atas niat baik yang beliau ucapkan
Tak hendak

Maka biarlah, semuanya terkunci dalam satu peti sederhana, kan ku buka jika sudah saatnya
Semoga

Mt. Puntang, october 2015

Kamis, 29 Oktober 2015

Review buku 13 (Positive thinking itu dipraktekin - Tim wesfix)

Positive Thinking Itu Positive Thinking Itu "Dipraktekin" by Tim Wesfix
My rating: 2 of 5 stars

Agar kekinian, buku seperti ini sedang marak. Saya hanya hendak mengetahui bilik bilik apa yang disediakan. Sepertinya sama, sepertinya serupa, setidaknya ada kata perintah praktek disana. Saya terharu.

View all my reviews

Review buku 12 (Salam penyair - Ragil Suwarna Pragolapati)

Salam PenyairSalam Penyair by Ragil Suwarna Pragolapati
My rating: 3 of 5 stars

Entahlah sebuah puisi layaknya cermin bagi pembaca. Mungkin kali ini otak saya tak bekerja seperti biasa. Saya titipkan bayi manis ini pada sahabat tercinta, dede. Jaga baik baik de, mungkin dia ingin lebih bercerita jika dengan mu. Mungkin
Mungkin lagi

View all my reviews

Review buku 11 (Utamakan istri muda - Pinkgirlgowild)

Utamakan Istri MudaUtamakan Istri Muda by Pinkgirlgowild
My rating: 4 of 5 stars

Jangan tanyakan saya temukan dia dimana. Tumpukan buku mulai li.ma ribu yang menggoda saya, ketika membeli keperluan sehari hari. Saya selalu merasa beruntung ketika membeli buku diskonan tanpa harap saya selalu mendapatkan buku buku cantik. Salah satunya ini, bayangkan merah tipis dengan ingus yang meleleh, judul yang menggoda. Apalagi alasan saya untuk menoleh ke arah diskonan pakaian dalam. Saya butuh dia
Tak tanggung ketika dengan birahi besar saya membukanya, suguhan nikmat ala warung pinggir kota lansung menggugah selera saya. Saya menyukainya, sama seperti suguhan berani dari penulis wanita lainnya. Saya menyukai umpatan, sumpah serapah, bahkan impian para istri. Saya menyukainya tanpa alasan. Amazing

Note : Ilustrator yang berlari menjadi penulis, selalu memberi perspektif yang menarik. Saya ingin kembali menikmatinya

View all my reviews

Review buku 10 (Burisrawa Edan..! - Djoko B)

Burisrawa Edan..!Burisrawa Edan..! by Djoko B
My rating: 3 of 5 stars

Saya ini orang baik, sangat baik. Mari beramai ramai memuji saya. Jangan terlalu sungkan

Buku ini juga tidak ada di list panjang data buku di goodreads. Saya sengaja menguploadnya

Selalu diakhiri dengan tawa bingung karena tidak mengerti ujung pangkal nyeleneh pikiran penulis. Dia begitu pandai meramu hal memalukan kelakuan dalam satu buku. Saya bisa apa, bahkan pengetahuan tentang pewayang yang saya tahu juga dari komik petruk 500 zaman sd.

Sudah lama sekali

View all my reviews

Review buku 9 (Bayangan bidadari - Asmaraman S Kho Ping Hoo)

Bayangan Bidadari #1Bayangan Bidadari #1 by Asmaraman S Kho Ping Hoo
My rating: 4 of 5 stars

Ini pengalaman kedua saya membaca cersil selain Wiro Sableng. Menarik sekali. Saya sudah lama mendengar karya legendaris Asmaraman S Kho Ping Hoo, dari orang orang yang berumur disekitar saya.
Cara buku ini datang dan hadir ditangan saya pun tak kalah menarik. Saya harus berterima kasih dengan sangat manis kepada sahabat saya Hassanudin, yang sudah merelakan koleksi kesayangannya untuk jadi hadiah ulang tahun buat saya.
Dari dulu nama jurus dan bagaimana cara deskripsi jurus serta tingkah pendekar adalah bagian yang paling menarik bagi saya. Saya melahap dengan cepat jika penulis membahas pada bagian itu. Mungkin hal yang mengganggu adalah begitu banyak nama tokoh dengan nama China yang saya harus ingat. Saya tidak begitu biasa dengan nama nama impor dari negeri tersebut.
Lagipula pada dasarnya review ini omong kosong basa basi, karena saya memang tidak bisa mereview buku ini. Saya tidak bisa objektif, buku ini memiliki kenangan berharga untuk saya.

View all my reviews

Selasa, 06 Oktober 2015

Review buku 8 ( Keindahan komunikasi suami istri - Dr Jamal Madhi)

Keindahan komunikasi suami istriKeindahan komunikasi suami istri by Dr. Jamal Madhi
My rating: 3 of 5 stars

Buku ini awalnya tidak terdapat pada daftar panjang data buku di goodreads. Saya sengaja memasukkannya, hanya karena ingin menandai buku ini sudah saya baca. Maka, jika ingin kembali membaca. Saya hanya perlu membaca bagian bagian tertentu yang saya ingin atau perlukan saja. Mukadimmah yang begitu panjang.

Intinya saya ingin pamer, bahwa saya sudah membacanya. Bahwa saya sedikit demi sedikit membaca teori mengenai pernikahan. Ini bukan berarti saya ingin menyegerakan menikah, bukan. Mohon jangan salah paham, sepertinya saya mulai bertele tele mereview buku ini.

Seperti umumnya buku komunikasi, buku ini membahas asal muasal penyebab masalah dengan sederhana. Pada dasarnya apa yang disampaikan pada buku ini tidak ada yang baru, sudah tahu sama tahu. Tahu betul letak tukak belum kering bapak penjual tahu, atau bagian telapak kaki yang menebal akibat terlalu sering mengayuh sepeda kala menjajakan tahu.

Tahu

View all my reviews

Review buku 6 (Saga no Gabai Bachan - Shimada Yoshici)

Saga no Gabai Bachan (Nenek Hebat dari Saga)Saga no Gabai Bachan by Yoshichi Shimada
My rating: 3 of 5 stars

Mungkin karena sudah lama tidak membaca terjemahan jepang atau bagaimana, ada sesuatu janggal ketika setiap kata di telan. Meskipun begitu tak dipungkiri ini merupakan kisah yang menarik.
Sambil membaca, saya tak ayal dihujani kenangan bersama nenek, petualangan masa kecil. Kisah yang sederhana namun sarat makna. Aku pastikan, kawan tak membuang waktu jika membaca

View all my reviews

Review buku 7 (Drunken Molen : Kumpulan kisah tidak teladan - Pidi Baiq)

Drunken Molen: Kumpulnya Kisah Tidak Teladan (Cacatnya Harian Pidi Baiq)Drunken Molen: Kumpulnya Kisah Tidak Teladan by Pidi Baiq
My rating: 4 of 5 stars

Mungkin karena selera humor yang rendah, serta kemampuan cerna otak yang tidak memadai, bahkan keinginan otak untuk berkerja pun wajib disyukuri, buku ini menyenangkan. Tak perlu waktu terengah engah atau kesabaran tingkat dewa menunggu hujan, buku ini barang sejam dua jam layak dilahab.
Bukan bukan karena saya pintar, paham dengan keindahan gurat otak penulis. Saya hanya menelannya bulat-bulat, tertawa dengan ketidakmengertian saya akan asal muasal nyelenehnya penulis. Ah saya bisa saja, bisa dengan gagahnya memuji sambil merendah, saya bermaksud kembali dipuji sambil meniru niru gaya penulisannya, tak sama memang. Ya sudahlah

View all my reviews

Jumat, 02 Oktober 2015

Apa? Saya tertawa

Iseng

Baiklah, sepertinya aku mulai bingung bagaimana harus memulai tulisan ini. Tidak ada visi, hanya keisengan semata, bukankah blog ini dibuat hanya untuk membuang yang ingin ayu buang, tidak ada kualitas yang harus ditekakan disini. Aku mulai mencari pembenaran.
Seseorang yang mengikuti buanganku berkata, akhir akhir ini tulisan ku lebih manis, tidak skeptis, sederhana, menyenangkan. Dia bertanya apa aku sedang jatuh cinta, karena katanya gadis yang sedang menikmati rasa ini akan bercahaya hatinya, sumringah wajahnya, cantik malu malunya, renyah tawanya, lama pula berdandannya. Katanya pula kini aku seperti itu. Benarkah?  
Usia 23, bukannya tak apa. Aku mulai membiasakan mematutkan diri di muka cermin. Bukannya tak apa, aku lebih pandai memilih menampilkan sikap, menyebar senyum bahkan menjaga rima tawa. Bukannya tak apa?
Benarkah jatuh cinta?
Aku selalu berkata pria botak atau pun gondrong lebih menarik perhatian. Tak ada jambang ataupun lebat begitu pun, lebih menyenangkan dimata. Lalu apa? Hanya dimata bukan
Aku ini ingin bicara apa? Semakin lupa

Minggu, 20 September 2015

Tentang Rindu

Rindu
Belum jua berhari hari, aku rindu

19 september 2015
Dago
Dengan malu malu, kubiarkan angin mengurai jalin rambutku. Syahdu.

Ayu, Pemahaman Sebuah Nama (Menurut Saya Pribadi)

Ayu, nama populer=nama pasaran?

Dulu saya berkeras tidak ingin dipanggil dengan nama ayu, karena sejujurnya saya tidak terlalu percaya diri menyandang nama ini. Saya ingin dipanggil om (#baca o em), alhasil hampir semua teman sd (thanks for Hero, my big friends) dan dan sepupu yang menghabiskan masa kecil bersama memanggil saya dengan sebutan ngasal itu. :)
Ah bukan, saya tidak akan membahas asal muasal nama itu. saya ingin membahas betapa kerdilnya saya untuk menyandang nama itu. Sejauh memori yang terekam, seseorang yang bernama ayu adalah sosok perempuan yang cantik, anggun, tenang atau apapun kualitas yang dimiliki seorang perempuan bangsawan. Lalu, bagaimana dengan saya? Pertanyaan yang menghibur untuk pendengar, sekaligus ngilu untuk yang menjawab, yaitu saya.
Mari memulai pembahasan dari fisik,  jangan ditanya. saya punya setumpuk celaan. Bisa dimulai dari ukuran, warna kulit, bentuk fitur pada muka, tebal alis, rambut bahkan ukuran jari. Saya berhasil menjelaskan pengertian lawan dari kata ayu. Jika ayu adalah sebuah gen, maka saya dapat dinyatakan sebagai contoh dari resesif ayu.
Bisa dibayangkan kondisi puberitas yang harus dihadapi kala itu, masa yang berat. Saya tidak terlalu menginginkan pertemanan berkelompok yang digandrungin anak zaman itu.
Kemudian karakter, sikap, attitude saya pribadi yang tidak terlalu menyenangkan. Saya tidak ramah dengan pemikiran yang tidak sejalan, saya tidak anggun menghadapi perbedaan, saya begitu sarkas, sinis bahkan liar umtuk dikategorikan sebagai perempuan bangsawan. Saya begitu pendiam menyuarakan segalanya.
Saya tidak menginginkan, tidak suka bahkan membenci nama ini. Nama ini menghina saya.
Lalu entah bagaimana, saya menerimanya. Mengganggapnya doa, pengharapan tulus dari si pencipta nama.
Saya menerimanya, saya berlapang dada. Mungkin karena tak terlalu besar.

21 september 2015
kosan teman

Jumat, 04 September 2015

Memories

Patung wanita

The worst part of holding the memories is not pain. It's the loneliness of it. Memories need to be shared. (Lois Lowry)

Aku mencatutnya entah dimana.
Aku merasa kalimat dan gambar ini punya takdir yang berkait.
Alangkah baiknya jika ini hanya imajinasi.
Pikiran ini mengganggu, rasa pilu yang menusuk nusuk di ulu hati
Wanita ini entah mengingatkan tentang apa
Begitu banyak tumpukan kalimat yang menumpuk numpuk tak menyatu

Kakang Arjuna

Kakang Arjuna

Ku putuskan untuk melepas kakang arjuna
Aku tak begitu biasa dalam hiruk pikuk perebutan wilayah di hati kakang
Aku biasa, aku tiada, aku tak hendak berupaya
Silahkan pergi kakang

Rabu, 02 September 2015

Mount Bromo, Biru lalu aku

Langit ketika itu begitu biru

Sudah kukatakan berulang,  kilau kamera sudah tidak begitu menyeramkan. Mungkin pengaruh sebulan sekamar dengan perempuan perempuan pandai berpose.
Hari itu langit begitu biru, apa yang akan disampaikan atau apa yang akan disembunyikan, tumpah ruah dalam piring yang sama. Aku sibuk memilah milah. Kontrol harus tetap terjaga.

I'm not going to limit my self just because people won't accept the fact that I can do something else
. (Dolly Parton)

Prayer is not asking. Prayer is putting oneself in the hand of God, at His disposition, and listening to His voice in the depth our hearts. (Mother Teresa)


Seperti biasa bercengkrama dengan alam, membuat ku buta. Membuat aku alpha.
Mungkinkah Tuhan, menyiapkan warna warna biru. Hanya untuk menyentuh aku, aku yang biru

Diam,Aku dan Pinus

Dry tears and hold tight. We are be allright

Sudah lupa, ada kisah apa.Menyengajakan diri difoto seperti itu. Terilhami, atau hentakan maksud yang ingin disampaikan. siapa tahu

Selasa, 25 Agustus 2015

Bertukar kabar kembali

Sudah tak malu untuk di foto

Sudah lama tak menjejakkan kabar bilah bilah lembut ketukan rapi keyboard notebook doyong kesayangan. Entah mulai dari mana, banyak kisah yang terekam baik di pikiran ingin disampaikan. 
Ah mungkin bisa dimulai dari umurku yang sebentar lagi 23, menjadi pengangguran, berputar putar di Pare, bertemu teman baru, jatuh dan mengayuh sepeda. 
Atau sama seperti kisah klasik anak perempuan lainnya, tentang kasih tak sampai, pertemuan menyenang, pria pujaan menggandeng anak perempuan lain, atau obrolan masa depan yang kabur tapi terasa menggelitik menyenangkan. Ah perempuan dewasa, haha aku masih gamang dengan apapun yang terjadi.

Apa ? apa ? Terlalu banyak yang ingin disampaikan.

IG : Ayu Oktama
Aku kini tak sungkan berfoto selfie, mungkin tak seprofesional seperti teman yang lainnya. Tapi mungkin bisa dianggap perkembangan. Hahaha

Lab Pedca, dini hari
Ingin menyerah dengan paper ini

Kamis, 28 Mei 2015

Kesayangan

Jika dingat-ingat, aku jarang menceritakan kamu. Bukan, bukan karena kamu tak spesial seperti yang lain, sungguh bukan. Kamu sangat spesial, percayalah. Pertemanan yang tidak terduga melihat begtu banyak kita berbeda. Entah haha
Maka jangan cemberut jika kau tak temukan jejak di mana pun.
Sayang sayang, sangat sayang!

Entah curug mana, aku lupa. Maafkan

29 mei 2015
Swing it was june~sedang mengalun padahal juni pun belum tiba

Selasa, 26 Mei 2015

Ketegasan

"but I'm not your bride, you're not my groom"
(Rayya, cahaya diatas cahaya. 2012)

Ada yang perlu di garis bawahi disini. aku tak begitu suka diatur saat matahari masih disudut 45 derajat.
Menyisir semak semak bahkan yang tak kau kenal bau nya, mematahkan ranting ranting kasar di sela sela makan siangmu, tak suka.

Senin, 26 mei 2015
suara pria Manado menguik nguik di playlist

Pertanyaan yang sama

Bu, aku kembali rindu pada pria berambut perdu
bahkan dengan kelam warna kulitnya, kurasa ketenangan sudut ruangan
sama ketika suara spatula dan kuali mu berdenting
kudengar suara kepastian perut, haha aku bercanda kali ini
pria itu masih menunggukah, bu?
Atau ia lelah, lalu berpaling pada anggun embun pagi di ujung daun?
Ada tanda tanya di ujungnya, tanda aku tak pasti
tak pasti untuk memulai kembali, atau berhenti
mencari kembali jejak hangat mentari pada redup malam
ketika bulan bahkan enggan tertawa.
Aku ragu bu, sama seperti sebelum-sebelumnya
Kebiasaan buruk

Minggu, 24 mei 2015
kegiatan menyetrika ini menyiksa

Sabtu, 23 Mei 2015

Passion

sesuatu untuk diharapkan
sesuatu untuk dikerjakan
sesuatu untuk dicintai
(Adriana, 2013)

Bahkan untuk langkah awal aku meragu
Maka pada deru ombak, ku kadukan semua keraguan
Mungkin pada waktu senggang-Mu, gelembung balon pada buih dapat menarik perhatian
Ternyata aku masih hamba, yang enggan bersyukur

Minggu, 24 mei 2015
di tengah setrikaan yg menumpuk

Keputusan

pria kasar ini akan manis ketika rasa amarahnya reda
takkan ku biarkan satu pun dekat mengikat
air mata terlalu kering
maka ku biarkan jika bertemu
asal jangan mendekat
pergilah, aku tidak mengganggu

Selasa, 19 Mei 2015

Datik, ulang tahun

Datik ulang tahun, seperti biasa tidak ada surprise yang berjalan lancar jika berhubungan dengannya. Hujan, petir, alergi, cake manis itu harus ku makan sendiri, ditengah rasa gatal yang meraja lela. Satu satunya solusi adalah melakukan segala sesuatu tanpa rencana, ketika berdua lansung belok ke sembarang tempat, beli ini ini itu dengan kamu yang mengikuti dari belakang, hidupkan lilin, dengan kamu menahan gelak tawa. Dengan tetap menulis aku kamu pada blog ini sudah terlalu berat, lu gue lebih menyenangkan.
Semoga monyet pink menjadi hiasan yang manis di tasmu. Tentu saja plus plus dengan doa yang menggunung yang akan mendukung semua kebahagian mu. Love u so much, datik.

cantik, senyum yang cantik

Reunian Uno di Bandung

Bukan acara yang besar dan tersusun. Cuma nonton bareng, jajan di selasar jalan, duduk di lantai. Mengenang masa masa SMA, 8 tahun yang lalu. Sekelas dari kelas 1 sampai 3; IX-1,X-IPA1,XI-IPA1. Yang katanya kelas unggul, entah dari mana.
Metha -> oma pelupa, semoga sekolah profesi kelar cepat
nenek & oma, gelar yg nempel krna kbiasaan buruk kita = lupa

Pipin -> civil engineer tercintaaaah, smoga sukses y say
pin, ini alay


Selfie, biar kekinian

Rasa yang tidak tersampaikan

aku tidak suka ketika dia mempertanyakan kopi seseorang, apakah itu?. Hanya rasa, bukan. Tentang rasa pahit kelat di kelat lidah, atau asam yang menganga dari lambung. Apalah arti rasa, bisakah aku memilih dengan bebas. Sama seperti aku dengan lantang memuji mata indahnya, cokelat muda, entah hazelnut atau apa, aku tidak ahli tentang itu. Lalu apa?. Biarkan aku terus bicara.

ini bukan tulisan ttg kamu, tpi aku ingin saja memasukkan foto ini. tak apakan?

Senin, 11 Mei 2015

Review buku 5 (Si Juki : Komik Strip- Faza Meonk)

Si Juki: Komik StripSi Juki: Komik Strip by Faza Meonk
My rating: 3 of 5 stars

Baca buku ini serasa baca buku sejarah ala ala, sesuai perkembangan zaman ala ala juga.Pengen tau, kok upilnya si juki gak abis abis ya
Cosplay-ny always bikin mupeng, pengennnn

View all my reviews

Sabtu, 25 April 2015

Review buku 4 (9 Matahari-Adenita)

9 Matahari9 Matahari by Adenita
My rating: 3 of 5 stars

Proses penulisan bukanlah hal mudah. Bagaimana jika pendapat yang bukan ahlinya merusak nilai suatu karya.
Tapi sungguh saya tidak ingin menghabiskan dua hari untuk membaca ini, namun tetap saja pada akhirnya ada simpul yang terkait pada senyum ada hangat yang meresap di hati

View all my reviews

segeralah pergi

Can I deserve better?
Atau cuma mau numpang lewat? Sok aja
Itu pertanyaan, bukan tuntutan

Entah karena angin apa, hujan petir gelombang laut besar
Pertanyaan ini mulai mengerogoti, secara tidak sabar. Ketika kamu berwarna biru, muncul
Mencuri waktu, palu, paku, bahkan aku

Bukankah dari awal sudah kunyatakan dengan sejujur jujurnya, peraturan permainan yang seadil adilnya
Belati berkarat enggan ku lemparkan pada batang, pada tentang wajah, pada hangat usap malam.

Silahkan pergi

(Entah biru ke berapa, mulai muak)

Jumat, 24 April 2015

Lirik, jikalau kau hendak

Dark is the night, I can weather the storm
Never say die, I've been down this road before
I'll never quit, I'll never lay down
See I promised myself that I'd never let me down

So I'll never give up, never give in, never let a ray of doubt slip in
And if i fall, I'll never fail, I'll just get up up and try again
Never loose hope, neve lose faith. There's much too much at stake
Upon myself I must depend, I'm not looking for place or show
I'm gonna win..

Brian McKnight


Cermin retak yg menumpuk di sudut kamar

Rabu, 15 April 2015

Hari ini

terlintas bagaimana apa jadi dan sebagainya
hadapi dan selesaikan
sudah hanya begitu saja


ini sudah, lanjut sidang

Bangun, serasa minum kopi sebaskom.
Mata melek semelek meleknya, asam lambung naik
#lupamakanternyata,bukan karena lg excited sidang -_-

Minggu, 12 April 2015

Benarkah?

Kukira aku pecemburu yang tersungut sungut malu
Ketika kamu, kamu dan kamu
berwarna merah jambu
mengaduk kata kata, saling bersinggungan
Kata cumbu yang bersembunyi dalam buaian sajak
Kukira aku pecemburu, sungguh..
Kukira aku pecemburu
             Tapi benarkah?
              Apa bukan rasa yang mengada ada?


Kamis, 09 April 2015

Alergi ini, sungguh

          Alergi ini mulai menyebalkan, kemunculannya mulai mengganggu aktivitas saya. Tak tertahankan, begitu banyak scene yang berseliweran ketika hal ini terjadi. Anehnya alergi ini begitu sering muncul ketika saya harus bersiap siap menghadapi sidang kuliah. Yang awalnya hanya muncul sebulan sekali ketika tubuh saya sedang tidak fit. Sekarang seperti 4-5 kali seminggu. Oh my god, so annoying

          Tak terbayangkan harus seminar kemajuan dalam keadaan kulit merah menahan gatal dan hawa panas. itu bagian epic pertama dalam kisah nelangsa ini. Belum lagi harus menjawab pertanyaan pertanyaan muncul ketika seminar, menahan rasa gatal dan tidak menggaruk, mengikhlas diri menjadi bahan lelucon, berpikir kapan pulang, ingin ganti baju dengan yang nyaman, selimut hangat dan wangi, teh yang menenangkan, bangun lalu kembali melanjutkan dunia. Saya hanya mampu tersenyum kawan, hidup harus berlanjut.

          Setelah semua yang terjadi, saya terima. Saya jalani semuanya dengan rasa yang ringan, pasrah, nerimo. Sadar ini bukan hal yang harus di protes, hal yang sebaiknya saya ambil positipnya. Bahwa imun saya begitu berkerja keras melindungi saya dari marabahaya penyakit. Tahu bahwa induk semangnya dalam keadaan lemah di kuat kuatkan. Luar biasa, maha besar Allah swt. Dengan segala teka teki indah, misteri perancangan alam.

          Baik, di catatan awal saya menerima hal ini terjadi. kembali ke kisah epic kedua yaitu hari ini. Hahaha, saya harus kembali tertawa. Warna kemerahan ini muncul kembali tanpa izin. 

            Saya akui hari ini saya lelah, 2 malam sebelumnya rasa pusing hebat melanda membuat saya tidak bisa belajar untuk seminar jurusan hari ini. Alhamdulillah, dengan persiapan yang tidak maksimal itu seminar berjalan lancar. Saya bisa presentasi dengan baik dan menjawab pertanyaan dengan tenang meski ada 1-2 pertanyaan yang harus saya jadikan PR untuk sidang. Karena jawabannya yang belum memuaskan dosen penguji. Tak apa, saya malah senang. Presentasi hasil penelitian saya menjadi diskusi menarik tadi di kala seminar. Menjadi cambuk bagi saya untuk jadi lebih baik, menjadi lebih faham tentang keindahan keindahan misteri tuhan lewat jalan science.

          Semuanya tak jadi masalah, setelah selesai seminar saya sadar mulai muncul gejala bintik merah di lengan. Mungkin panas, atau saya lelah karena sedang berpuasa atau saya stress menghadapi pressure seminar(catatan : saya selalu tersenyum dan tertawa mendengar guyonan teman teman dan dosen hari itu, sebelum, sedang,bahkan setelah. mungkinkah?). Saya masih mempersiapkan syarat syarat sidang. Dan rencananya malam ini saya akan membuat pas photo prasyarat sidang. Biarlah hanya merah sedikit.

          Pulang, gejala bintik merah masih terlihat. Mungkin jika saya tidur barang 1-2 jam, bekas bintik merah ini akan menghilang, biasanya juga begitu. Alhasil saya tidur pulas tanpa paksaan sore ini, karena badan saya sudah meronta ronta minta istirahat. Kemudian bangun menjelang magrib, dengan keadaan kamar yang sudah gelap. Membuat saya harus duduk diam, meresap semua ingatan. sayang sedang dimana, hari apa, sudah melakukan apa, apa yang mau dilakukan. Dan oh tidak, saya merasakan rasa gatal di area bibir, bibir terasa agak lebih berisi dari biasanya( baiklah ini agak aneh, saya mempunyai kebiasaan menggigit bibir ketika harus menimbang atau memahami suatu keadaan). Rasa gatal di beberapa titik tubuh pun, mulai saya rasakan. Ternyata si bintik merah tidak menghilang ketika saya tidur. Dia malah berkelana di tubuh saya. Membuat saya harus menggagalkan rencana untuk foto "pas photo" hari ini. Bagaimana mungkin foto ijazah saya harus di isi dengan muka merah sembab yang tidak cantik sama sekali. Ini bisa jadi lelucon seumur hidup bagi saya. Aaaah saya harus kembali tersenyum, kesal bukan jawaban apalagi marah. Aaah tarik nafas dalam hehehe

Kamar yang berantakan

Catatan : ada scene yang menyedihkan terakhir yang saya ingat tentang alergi ini, tidak mau terlupa padahal saya ingin. Menjadi bahan tertawaan teman itu sudah biasa, bukan masalah buat saya, saya ikhlas, saya anggap itu sebagai pekerjaan amal untuk menghibur teman teman saya. Tapi ini entah mengapa, tidak terlupa, bukan rasa kesal, tidak, hanya rasa sedih.

Di perjalanan angkot, dari sebuah bukit. Bintik itu muncul kembali, tubuh saya lelah, jam tidur yang tidak cukup, nafsu makan yang menurun. Bintik itu muncul karena perubahan cuaca dari dingin nya bukit menjadi hangatnya pemukiman warga. Sebuah pertanyaan muncul dari kawan : " apakah bintik merah itu menular?" dengan pandangan jijik. Saya tidak marah, saya tidak kesal. Hanya rasa sedih dan membekas
Semoga saya lekas memaafkan perasaan sedih saya, menerima segala hal. Lalu kembali tersenyum, karena masih ada hari esok yang harus dijalani 

Kamis, 02 April 2015

kesadaran

Aku jatuh cinta pada ketahanan hati, menahan tekanan
maka biarkan fajar, enggan bergerak sesaat
biar lebih lama lagi ku nikmati. syahdu hati pada-Mu ya Rabb
tetap tawa menjawab segalanya


Rabu, 01 April 2015

Sedang istirahat

foto dari line, thank you Ronal

Ketiduran, laptop nge-hang, data hancur
Konsep semakin meragu
Menghitung hari
Bahkan tertawa begitu sering terdengar kali ini, benar ini tidak bohong loh
Tertawa ada ekspresi paling sehat dalam menghadapi situasi ini

Dan dipagi yang kacau, kabar menyenangkan pun tiba
Oh my god, kenapa dari waktu yang dikasih, lab ini harus tanggal paling awal. Hahaha
okay, Ayu kamu kuat! tough girl!
panggilan bangke kamu dari kecil apa? "tunggul" batang kayu tua yang ditendang berkali kali akan kembali kokoh berdiri. Jatuh lalu bangun kembali
kamu dipanggil apa? O.M , om bukan ayu. gadis mungil berambut panjang dengan buku di tangan kirinya dan pancingan bambu ditangan kanannya
batu, bambu atau kapak melayang pun, kamu hanya menghela nafas (#agaktipisjarakantaraberanidantololmemang #anggapsajaituberani )

Mari kembali bekerja! 
peluk hangat untuk semuanya, mari tertawa


Curang ih!



da aku mah apa? curiga gk ada isi otaknya juga haha

Minggu, 29 Maret 2015

lagu aku melagu, Sepasang Kekasih yang Pertama Bercinta di Luar Angkasa

Dinyanyikan Frau atau pun di cover dengan siapa pun lagu ini tetap mengganggu
Liriknya berulang mengulang dalam benak, setumpuk pertanyaan yang menggelitik kesana kesini.
Memang tak banyak yang tahu akan lagu ini, indie Indonesia hanya mendidih di pancinya. Bukan seperti lagu populer 'annoying' yang muncul mewabah lalu hilang tanpa jejak, bukan hehe bukan gangguan seperti itu. Ini gangguan yang menyenangkan, tapi gangguan tetap saja gangguan

Sepasang Kekasih Yang Pertama Bercinta di Luar Angkasa

Di rentang waktu yang berjejal dan memburai, kau berikan,
Sepasang tanganmu terbuka dan membiru, enggan
Di gigir yang curam dan dunia yang tertinggal, gelap membeku
Sungguh, peta melesap dan udara yang terbakar jauh
*) Kita adalah sepasang kekasih yang pertama bercinta di luar angkasa
Seperti takkan pernah pulang (yang menghilang) kau membias di udara dan terhempaskan cahaya
Seperti takkan pernah pulang, ketuk langkahmu
menarilah di jauh permukaan
Di rentang waktu yang berjejal dan memburai, kau berikan,
Sepasang tanganmu terbuka dan membiru, enggan
*)
Jalan pulang yang menghilang, tertulis dan menghilang,
karena kita, sebab kita, telah bercinta di luar angkasa

Jumat, 27 Maret 2015

mungkin menulis membantu

Hal ini sangat menggangu hati nurani saya, akhir akhir ini. Kala penantian sidang akhir yang waktunya sudah terlihat di ujung mata.
Pantaskah? Ada embel embel sains di belakang nama saya
Masih banyak konsep sains yang belum saya mengerti, masih banyak software software yang belum saya kuasai (dalam hal ini software analisa yang membantu bidang yang saya tekuni), masih banyak tehnik analisis, pemrosesan material yang belum saya pahami mengapa begini begitu.
Belum lagi skill dan pola berpikir saya
Sudah cukup sadarkah, saya bersikap? sudah teraturkah tutur kata saya ketika harus menjelaskan pandang terhadap suatu masalah, sebagai seorang saintis? Apakah sudah scientific? Sudah cukup objektifkah saya dalam memandang sesuatu? Scientific thinking, sudahkah saya berada pada jalurnya?

Seperti bercermin pada kubangan segalanya serba suram
Aku bukan lagi gadis kecil dengan mata berbinar, menatap kagum warna buku tua di sudut perpustakaan. Menerka nerka seperti apa roman penulis ketika pembaca mengerti akan asa yang ditulisnya. Bukan lagi..
Ma, anakmu meragu

18.54 27 maret 2015
Lab Pedca, Rani sibuk dengan kepangnya
Lagu sheila on 7 mengalun, band kesukaannya irfan
Kangen datik, gengsi nelpon haha, ah perempuan
Hari pertama, sakit membuat melow

Senin, 23 Maret 2015

Pikir ku 2

Berkata awan pada bulan, pada bintang
tentang terik matahari. pada hutan, pada malam
tentang engkau. pada sungai, pada jalan
tentang kita. pada siapa
tentang aku. padanya
tentang sebaiknya tidak ada yang perlu dikatakan

24 maret 2015

Pikir ku

sama seperti kepedulian yang terasa kosong
aku payau dalam rawamu
ada, tapi tidak begitu istimewa

02.19, 24 mar 2015

Minggu, 22 Maret 2015

lagu aku melagu, Space Oddity

Entah karena hujan, hawa dingin yang menusuk
Atau gemuruh yang bersembunyi di balik awan
Lagu ini sangat mengganggu, ketika harus meliuk liuk di playlist
Seperti rasa sakit, bekas gigitan di bibir bawah. Ketika menahan kata
Lagu ini tetap mengalun
Maka berikan aku batu
Biar ku cari genangan air terdekat. Bisakah?

"Space Oddity" - David Bowie

Ground Control to Major Tom
Ground Control to Major Tom
Take your protein pills
and put your helmet on

Ground Control to Major Tom
Commencing countdown,
engines on
Check ignition
and may God's love be with you

[spoken]
Ten, Nine, Eight, Seven, Six, Five, Four, Three, Two, One, Liftoff

This is Ground Control
to Major Tom
You've really made the grade
And the papers want to know whose shirts you wear
Now it's time to leave the capsule
if you dare

This is Major Tom to Ground Control
I'm stepping through the door
And I'm floating
in a most peculiar way
And the stars look very different today

For here
Am I sitting in a tin can
Far above the world
Planet Earth is blue
And there's nothing I can do

Though I'm past
one hundred thousand miles
I'm feeling very still
And I think my spaceship knows which way to go
Tell my wife I love her very much
she knows

Ground Control to Major Tom
Your circuit's dead,
there's something wrong
Can you hear me, Major Tom?
Can you hear me, Major Tom?
Can you hear me, Major Tom?
Can you....

Here am I floating
round my tin can
Far above the Moon
Planet Earth is blue
And there's nothing I can do.

Hujan sore ini, 22 maret 2015


Sabtu, 21 Maret 2015

Aku


Berhenti dari permainan
Maka kau kembali pada posisi semula, tidak mengenal.

Aku adalah aku mengaku ngaku. Maka keakuan aku akan selalu aku, begitu juga aku yang ambigu

21 maret 2015, pedca utara