Minggu, 20 September 2015

Ayu, Pemahaman Sebuah Nama (Menurut Saya Pribadi)

Ayu, nama populer=nama pasaran?

Dulu saya berkeras tidak ingin dipanggil dengan nama ayu, karena sejujurnya saya tidak terlalu percaya diri menyandang nama ini. Saya ingin dipanggil om (#baca o em), alhasil hampir semua teman sd (thanks for Hero, my big friends) dan dan sepupu yang menghabiskan masa kecil bersama memanggil saya dengan sebutan ngasal itu. :)
Ah bukan, saya tidak akan membahas asal muasal nama itu. saya ingin membahas betapa kerdilnya saya untuk menyandang nama itu. Sejauh memori yang terekam, seseorang yang bernama ayu adalah sosok perempuan yang cantik, anggun, tenang atau apapun kualitas yang dimiliki seorang perempuan bangsawan. Lalu, bagaimana dengan saya? Pertanyaan yang menghibur untuk pendengar, sekaligus ngilu untuk yang menjawab, yaitu saya.
Mari memulai pembahasan dari fisik,  jangan ditanya. saya punya setumpuk celaan. Bisa dimulai dari ukuran, warna kulit, bentuk fitur pada muka, tebal alis, rambut bahkan ukuran jari. Saya berhasil menjelaskan pengertian lawan dari kata ayu. Jika ayu adalah sebuah gen, maka saya dapat dinyatakan sebagai contoh dari resesif ayu.
Bisa dibayangkan kondisi puberitas yang harus dihadapi kala itu, masa yang berat. Saya tidak terlalu menginginkan pertemanan berkelompok yang digandrungin anak zaman itu.
Kemudian karakter, sikap, attitude saya pribadi yang tidak terlalu menyenangkan. Saya tidak ramah dengan pemikiran yang tidak sejalan, saya tidak anggun menghadapi perbedaan, saya begitu sarkas, sinis bahkan liar umtuk dikategorikan sebagai perempuan bangsawan. Saya begitu pendiam menyuarakan segalanya.
Saya tidak menginginkan, tidak suka bahkan membenci nama ini. Nama ini menghina saya.
Lalu entah bagaimana, saya menerimanya. Mengganggapnya doa, pengharapan tulus dari si pencipta nama.
Saya menerimanya, saya berlapang dada. Mungkin karena tak terlalu besar.

21 september 2015
kosan teman

Tidak ada komentar:

Posting Komentar