Sabtu, 25 April 2015

Review buku 4 (9 Matahari-Adenita)

9 Matahari9 Matahari by Adenita
My rating: 3 of 5 stars

Proses penulisan bukanlah hal mudah. Bagaimana jika pendapat yang bukan ahlinya merusak nilai suatu karya.
Tapi sungguh saya tidak ingin menghabiskan dua hari untuk membaca ini, namun tetap saja pada akhirnya ada simpul yang terkait pada senyum ada hangat yang meresap di hati

View all my reviews

segeralah pergi

Can I deserve better?
Atau cuma mau numpang lewat? Sok aja
Itu pertanyaan, bukan tuntutan

Entah karena angin apa, hujan petir gelombang laut besar
Pertanyaan ini mulai mengerogoti, secara tidak sabar. Ketika kamu berwarna biru, muncul
Mencuri waktu, palu, paku, bahkan aku

Bukankah dari awal sudah kunyatakan dengan sejujur jujurnya, peraturan permainan yang seadil adilnya
Belati berkarat enggan ku lemparkan pada batang, pada tentang wajah, pada hangat usap malam.

Silahkan pergi

(Entah biru ke berapa, mulai muak)

Jumat, 24 April 2015

Lirik, jikalau kau hendak

Dark is the night, I can weather the storm
Never say die, I've been down this road before
I'll never quit, I'll never lay down
See I promised myself that I'd never let me down

So I'll never give up, never give in, never let a ray of doubt slip in
And if i fall, I'll never fail, I'll just get up up and try again
Never loose hope, neve lose faith. There's much too much at stake
Upon myself I must depend, I'm not looking for place or show
I'm gonna win..

Brian McKnight


Cermin retak yg menumpuk di sudut kamar

Rabu, 15 April 2015

Hari ini

terlintas bagaimana apa jadi dan sebagainya
hadapi dan selesaikan
sudah hanya begitu saja


ini sudah, lanjut sidang

Bangun, serasa minum kopi sebaskom.
Mata melek semelek meleknya, asam lambung naik
#lupamakanternyata,bukan karena lg excited sidang -_-

Minggu, 12 April 2015

Benarkah?

Kukira aku pecemburu yang tersungut sungut malu
Ketika kamu, kamu dan kamu
berwarna merah jambu
mengaduk kata kata, saling bersinggungan
Kata cumbu yang bersembunyi dalam buaian sajak
Kukira aku pecemburu, sungguh..
Kukira aku pecemburu
             Tapi benarkah?
              Apa bukan rasa yang mengada ada?


Kamis, 09 April 2015

Alergi ini, sungguh

          Alergi ini mulai menyebalkan, kemunculannya mulai mengganggu aktivitas saya. Tak tertahankan, begitu banyak scene yang berseliweran ketika hal ini terjadi. Anehnya alergi ini begitu sering muncul ketika saya harus bersiap siap menghadapi sidang kuliah. Yang awalnya hanya muncul sebulan sekali ketika tubuh saya sedang tidak fit. Sekarang seperti 4-5 kali seminggu. Oh my god, so annoying

          Tak terbayangkan harus seminar kemajuan dalam keadaan kulit merah menahan gatal dan hawa panas. itu bagian epic pertama dalam kisah nelangsa ini. Belum lagi harus menjawab pertanyaan pertanyaan muncul ketika seminar, menahan rasa gatal dan tidak menggaruk, mengikhlas diri menjadi bahan lelucon, berpikir kapan pulang, ingin ganti baju dengan yang nyaman, selimut hangat dan wangi, teh yang menenangkan, bangun lalu kembali melanjutkan dunia. Saya hanya mampu tersenyum kawan, hidup harus berlanjut.

          Setelah semua yang terjadi, saya terima. Saya jalani semuanya dengan rasa yang ringan, pasrah, nerimo. Sadar ini bukan hal yang harus di protes, hal yang sebaiknya saya ambil positipnya. Bahwa imun saya begitu berkerja keras melindungi saya dari marabahaya penyakit. Tahu bahwa induk semangnya dalam keadaan lemah di kuat kuatkan. Luar biasa, maha besar Allah swt. Dengan segala teka teki indah, misteri perancangan alam.

          Baik, di catatan awal saya menerima hal ini terjadi. kembali ke kisah epic kedua yaitu hari ini. Hahaha, saya harus kembali tertawa. Warna kemerahan ini muncul kembali tanpa izin. 

            Saya akui hari ini saya lelah, 2 malam sebelumnya rasa pusing hebat melanda membuat saya tidak bisa belajar untuk seminar jurusan hari ini. Alhamdulillah, dengan persiapan yang tidak maksimal itu seminar berjalan lancar. Saya bisa presentasi dengan baik dan menjawab pertanyaan dengan tenang meski ada 1-2 pertanyaan yang harus saya jadikan PR untuk sidang. Karena jawabannya yang belum memuaskan dosen penguji. Tak apa, saya malah senang. Presentasi hasil penelitian saya menjadi diskusi menarik tadi di kala seminar. Menjadi cambuk bagi saya untuk jadi lebih baik, menjadi lebih faham tentang keindahan keindahan misteri tuhan lewat jalan science.

          Semuanya tak jadi masalah, setelah selesai seminar saya sadar mulai muncul gejala bintik merah di lengan. Mungkin panas, atau saya lelah karena sedang berpuasa atau saya stress menghadapi pressure seminar(catatan : saya selalu tersenyum dan tertawa mendengar guyonan teman teman dan dosen hari itu, sebelum, sedang,bahkan setelah. mungkinkah?). Saya masih mempersiapkan syarat syarat sidang. Dan rencananya malam ini saya akan membuat pas photo prasyarat sidang. Biarlah hanya merah sedikit.

          Pulang, gejala bintik merah masih terlihat. Mungkin jika saya tidur barang 1-2 jam, bekas bintik merah ini akan menghilang, biasanya juga begitu. Alhasil saya tidur pulas tanpa paksaan sore ini, karena badan saya sudah meronta ronta minta istirahat. Kemudian bangun menjelang magrib, dengan keadaan kamar yang sudah gelap. Membuat saya harus duduk diam, meresap semua ingatan. sayang sedang dimana, hari apa, sudah melakukan apa, apa yang mau dilakukan. Dan oh tidak, saya merasakan rasa gatal di area bibir, bibir terasa agak lebih berisi dari biasanya( baiklah ini agak aneh, saya mempunyai kebiasaan menggigit bibir ketika harus menimbang atau memahami suatu keadaan). Rasa gatal di beberapa titik tubuh pun, mulai saya rasakan. Ternyata si bintik merah tidak menghilang ketika saya tidur. Dia malah berkelana di tubuh saya. Membuat saya harus menggagalkan rencana untuk foto "pas photo" hari ini. Bagaimana mungkin foto ijazah saya harus di isi dengan muka merah sembab yang tidak cantik sama sekali. Ini bisa jadi lelucon seumur hidup bagi saya. Aaaah saya harus kembali tersenyum, kesal bukan jawaban apalagi marah. Aaah tarik nafas dalam hehehe

Kamar yang berantakan

Catatan : ada scene yang menyedihkan terakhir yang saya ingat tentang alergi ini, tidak mau terlupa padahal saya ingin. Menjadi bahan tertawaan teman itu sudah biasa, bukan masalah buat saya, saya ikhlas, saya anggap itu sebagai pekerjaan amal untuk menghibur teman teman saya. Tapi ini entah mengapa, tidak terlupa, bukan rasa kesal, tidak, hanya rasa sedih.

Di perjalanan angkot, dari sebuah bukit. Bintik itu muncul kembali, tubuh saya lelah, jam tidur yang tidak cukup, nafsu makan yang menurun. Bintik itu muncul karena perubahan cuaca dari dingin nya bukit menjadi hangatnya pemukiman warga. Sebuah pertanyaan muncul dari kawan : " apakah bintik merah itu menular?" dengan pandangan jijik. Saya tidak marah, saya tidak kesal. Hanya rasa sedih dan membekas
Semoga saya lekas memaafkan perasaan sedih saya, menerima segala hal. Lalu kembali tersenyum, karena masih ada hari esok yang harus dijalani 

Kamis, 02 April 2015

kesadaran

Aku jatuh cinta pada ketahanan hati, menahan tekanan
maka biarkan fajar, enggan bergerak sesaat
biar lebih lama lagi ku nikmati. syahdu hati pada-Mu ya Rabb
tetap tawa menjawab segalanya


Rabu, 01 April 2015

Sedang istirahat

foto dari line, thank you Ronal

Ketiduran, laptop nge-hang, data hancur
Konsep semakin meragu
Menghitung hari
Bahkan tertawa begitu sering terdengar kali ini, benar ini tidak bohong loh
Tertawa ada ekspresi paling sehat dalam menghadapi situasi ini

Dan dipagi yang kacau, kabar menyenangkan pun tiba
Oh my god, kenapa dari waktu yang dikasih, lab ini harus tanggal paling awal. Hahaha
okay, Ayu kamu kuat! tough girl!
panggilan bangke kamu dari kecil apa? "tunggul" batang kayu tua yang ditendang berkali kali akan kembali kokoh berdiri. Jatuh lalu bangun kembali
kamu dipanggil apa? O.M , om bukan ayu. gadis mungil berambut panjang dengan buku di tangan kirinya dan pancingan bambu ditangan kanannya
batu, bambu atau kapak melayang pun, kamu hanya menghela nafas (#agaktipisjarakantaraberanidantololmemang #anggapsajaituberani )

Mari kembali bekerja! 
peluk hangat untuk semuanya, mari tertawa


Curang ih!



da aku mah apa? curiga gk ada isi otaknya juga haha