Sebuah peti untuk menyimpan yang telah usang, menyembunyikan rasa malu, pijakan ketika mengintai
Kamis, 03 Desember 2015
Kembali berat!!!
Aih bahaya tingkat khatulistiwa, berat ayu kembali ke berat terberat. Naik 4kg, luar biasa. Seminggu sakit, tidak olah raga sama sekali, asupan sekarung, lengkap sudah.
Efek, ya efeknya berat buat naik turun tangga. Cepet capek. Ada gumpalan imut dipinggang. Baju tidak jadi lega seperti biasa. Tentu ini tidak menyenangkan. Dan ada beliau dengan senyum penuh arti noel noel sambil bilang empuk. Beliau memang aneh, mendambakan naik berat badan yang kunjung datang. Aaaah tetap saja ayu tetap tak terima.
Bakung orange dede
Dede
sekarang sibuk sekali. Merawat bayi jamur katanya, lupa jamur apa. Jadi
perempuan saya memang tidak begitu mengingat hal detail, beda dengannya. Saya
sering terkaget kaget dengan informasi detail yang beliau beritakan. Padahal
katanya bersumber dari saya, kapan saya bicara saja saya tak ingat. Maaf ya
kawan.
Oh ya, iya ini bunga bakung yang dirawatnya. Begitu berbunga, beliau kirimkan segera gambarnya. Katanya masih ada 3 jenis lagi. Wah tampaknya pelukis satu ini beralih menjadi petani. Good job, de! Ayu iri hehe
![]() |
| Bakung Orange |
Bunga bunga di rumah mama teti, dago atas
Rumah di daerah dago tampaknya menyenangkan, udara sejuk dan tanahnya subur. Sepertinya menanam apapun bakal tumbuh. I am dreaming now hahaha.
Besok kedepannya, jika rezeki berlebih, membeli rumah kecil disini tentu tidak akan rugi.
Besok kedepannya, jika rezeki berlebih, membeli rumah kecil disini tentu tidak akan rugi.
Flowers in Mak tuo Jerman Villa, Jatihandap Caheum
Langganan:
Postingan (Atom)

















