Marah
Sepertinya kata marah terlalu terungkap hari hari ini, bukankah sebaik dikubur dalam dalam lalu dilupakan
Saya marah, tapi marah kemudian jadi apa? Jadi abu dipinggiran tungku, terlihat, mengganggu tapi dibiarkan.
Sepertinya marah harus diculik di dini hari, dalam diam, dikubur hidup hidup, tanpa nisan, kemudian lupa
Sebuah peti untuk menyimpan yang telah usang, menyembunyikan rasa malu, pijakan ketika mengintai
Sabtu, 11 Oktober 2014
Rabu, 01 Oktober 2014
22 tahun
Awal oktober, tak terasa bumi berputar begitu cepatnya. Waktu berganti waktu, jalan jalan terlalui debu debu berterbangan, ranting berubah menjadi batang, abu kemudian hilang.
22 tahun, umurku 22 tahun bulan ini. Maka bicara tentang apa bibir kelu ini?
Bicara tentang semunya senyum diwajah atau kilau air disudut mata. Bicara tentang apa?
22 tahun, umurku 22 tahun bulan ini. Maka bicara tentang apa bibir kelu ini?
Bicara tentang semunya senyum diwajah atau kilau air disudut mata. Bicara tentang apa?
Rabu, 02 Juli 2014
Assalammualaikum 2 (Hamid Jabbar)
assalammu'alaikum
warahmatullahi
wabarakatuh
maka kembalilah
waalaikumsalam
warahmatullahi
wabarakatuh
assalammu'alaikum
maka burung-burung
bersaranglah pada terbang
warahmatullahi
wabarakatuh
maka kembalilah
waalaikumsalam
warahmatullahi
wabarakatuh
assalammu'alaikum
maka burung-burung
bersaranglah pada terbang
assalammu'alaikum
maka orang-orang
bersaranglah pada sayang
maka orang-orang
bersaranglah pada sayang
assalammu'alaikum
maka segala raung
bersaranglah pada hilang
assalammu'alaikum
maka segala hilang
temuilah makam kalian
itulah alhamdulillah
hingga segala astagfirullah
membatu-pualamkan nisan kalian
wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Hamid Jabbar; Yogyakarta-Singapura-Jakarta, 1991/1992
maka segala raung
bersaranglah pada hilang
assalammu'alaikum
maka segala hilang
temuilah makam kalian
itulah alhamdulillah
hingga segala astagfirullah
membatu-pualamkan nisan kalian
assalammu'alaikum wahai diri paling penghabisan tak
habis-habisnya walaikumsalam mengembalikan rah-
mat berkat Allah tak habis-habisNya maka innalillah-
lah segala pisau segala tikam innalillah segala risau
segala kelam innalillah segala rantau segala kampung
halaman dunia akhirat berpadu salam dalam salamul-
lah bagi kalian duhai para habibullah!
wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Hamid Jabbar; Yogyakarta-Singapura-Jakarta, 1991/1992
Kita Ingin (Hamid Jabbar)
Kita ingin ya kita ingin
kita ingin yang kita ingin
walau selalu ketemu lain
nyatanya ya tak bisa lain
Kita ingin segala yang baik
bersangka baik berpikir baik
bicara baik berbuat baik
tiba-tiba kok terbalik-balik
Bersangka baik: lho kok sok arif!
Berpikir baik: dituduh naif!
Bicara baik: apa memang ya!
Berbuat baik: apa udangnya!
Bersangka buruk: tanda korektif?
Berpikir buruk: biar tak naif?
Bicara buruk: memancing apa?
Berbuat baik: memang buaya!
Sambung rasa hai tercabik-cabik
jangan cincang dengan baku-amuk
memanglah susah jadi yang terbaik
jangan berubah jadi yang terburuk!
Kita ingin ya kita ingin
kita ingin yang kita ingin
walau selalu ketemu lain
nyatanya ya tak bisa lain
Hamid Jabbar; Jakarta, 1996
(Hamid Jabbar,2005. Indonesiaku: Sepilihan Sajak Hamid Jabbar)
https://soundcloud.com/oktama-maulana/kitaingin
kita ingin yang kita ingin
walau selalu ketemu lain
nyatanya ya tak bisa lain
Kita ingin segala yang baik
bersangka baik berpikir baik
bicara baik berbuat baik
tiba-tiba kok terbalik-balik
Bersangka baik: lho kok sok arif!
Berpikir baik: dituduh naif!
Bicara baik: apa memang ya!
Berbuat baik: apa udangnya!
Bersangka buruk: tanda korektif?
Berpikir buruk: biar tak naif?
Bicara buruk: memancing apa?
Berbuat baik: memang buaya!
Sambung rasa hai tercabik-cabik
jangan cincang dengan baku-amuk
memanglah susah jadi yang terbaik
jangan berubah jadi yang terburuk!
Kita ingin ya kita ingin
kita ingin yang kita ingin
walau selalu ketemu lain
nyatanya ya tak bisa lain
Siapa yang tak ingin bahagia
bukan manusia normal namanya
Bahagia, rumusny entah lupa
aduh, sulitnya jadi manusia!
(Hamid Jabbar,2005. Indonesiaku: Sepilihan Sajak Hamid Jabbar)
https://soundcloud.com/oktama-maulana/kitaingin
Jumat, 30 Mei 2014
Villa Caheum Mak Wo Jerman
![]() |
| Villa tampak depan |
Rindu begitu rindu, sejuk tenang damai entah rasa apa lagi yang hendak tuan tawar? . Rindu akan balkon, kursi goyang, atau jendela dg pemandangan ladang penduduk sekitar. Aaah, andai dapat kembali kesana. Betapa sayang tak begitu banyak foto kenangan. Bagaimana mungkin, daku dapat memalingkan mata hendak melakukan hal lain, biarlah hati menikmati derasnya kenangan.
| ||||
| Ruang Tamu |
Bagaimana daku memulai cerita, sedangkan dirimu tak menikmati bersama daku. Biarlah kujelaskan sedikit foto yang kusimpan, yang tentu saja bukan daku yang mengambil.
Pada dasarnya villa ini hanya terdiri dari 3 lantai atau lebih tepatnya 3 undakan. Bagaimana mungkin daku menganggap ini 3 lantai sedangkan ruang begitu lekat. Ruang tamu ini berada pada undakan 2, setelah masuk perkarangan serta garasi. Ketika pintu terbuka, ruangan inilah yang akan ditemui. Ruang tamu dengan furniture vintage, kursi rotan dengan motif bantal bunga, serta beberapa lukisan yang tak tertangkap kamera.
Pada dasarnya villa ini hanya terdiri dari 3 lantai atau lebih tepatnya 3 undakan. Bagaimana mungkin daku menganggap ini 3 lantai sedangkan ruang begitu lekat. Ruang tamu ini berada pada undakan 2, setelah masuk perkarangan serta garasi. Ketika pintu terbuka, ruangan inilah yang akan ditemui. Ruang tamu dengan furniture vintage, kursi rotan dengan motif bantal bunga, serta beberapa lukisan yang tak tertangkap kamera.
![]() |
| Tangga ke undakan 3 |
Mari daku jelaskan undakan 3, tangga tak begitu tinggi. Tangga kayu yang jika kau hentakan kaki dengan anggun maka akan terdengar suara indah menghangatkan hati mengingatkan tentang rumah istirahat.
![]() |
| Pinggir Jendela |
Salah satu tempat daku banyak menghabiskan waktu, entah berapa buku yang kuhabiskan disana, menikmati hangatnya mentari, romantisnya senja, atau ketenangan malam dan kelip lampu rumah penduduk dari kejauhan tentu saja dengan secangkir kopi dengan asap yang mengepul janji kenikmatan.
Ah sayang sekali tak ada foto balkon, kamar serta kamar mandi, tentu dengan furniture kayu, jendela; dinding serta langit langit yang unik, bath up serta keramik yang sudah tua.
Mari kita ke bawah ke undakan 1.
![]() |
| Tangga ke bawah |
Tampak kawan? Disana daku dan sepupu biasanya berkumpul, salah satu tempat berkumpul tentu saja tak kalah dengan meja makan, balkon dan taman belakang.
![]() |
| Lapangan basket, diambil dari kamar undakan 3 |
Ini diambil dari jendela kamar daku, undakan 3. Biasanya para jantan itu ketika perutnya kenyang berlari berebut bola hendak dimasukkan pada ring kecil nun diatas sana. Maka ketika daku dimasukkan dalam tim, dan daku merasa permainan ini menyebalkan. Maka daku berjalan keujung, sedikit mendaki. Maka ada kesenangan menanti.
![]() |
| Taman Belakang |
Ah kerinduan tak berujung, dengan foto tak seberapa. Ketika tubuh kembali ingin menyentuh, ketika hati ingin merasa, ketika pikiran ingin ditenangkan. Apa mau dikata
Kamis, 22 Mei 2014
Marah
saya ingin marah..
tapi tampaknya marah terlalu istimewa,hanya untuk segelintir orang suci
jadi saya harus menelan amarah ini,kemudian dilumatkan
dibawa tidur..
esok lupa,tapi luka tetap menganga
tapi tampaknya marah terlalu istimewa,hanya untuk segelintir orang suci
jadi saya harus menelan amarah ini,kemudian dilumatkan
dibawa tidur..
esok lupa,tapi luka tetap menganga
Selasa, 20 Mei 2014
Padang Rumput
maka berbahagialah orang yg bebas, belaian angin tetaplah belaian angin, kecup hangat mentari tetaplah terik. aku ingin padang rumput
Minggu, 18 Mei 2014
Reunian
mengambang kapal kertas pada riak
ketika kawan tanyakan kabar
lalu nyiur serempak teriak meriah, riuh
kenangan
dok.18 mei 2014
ketika kawan tanyakan kabar
lalu nyiur serempak teriak meriah, riuh
kenangan
dok.18 mei 2014
Jumat, 09 Mei 2014
Wae Rebo - Flores
(Wae Rebo; segala sumber)
Salah satu surga Indonesia yang harus dikunjungi, ceritanya gw baca majalah lama temen gw -> majalah lama, pinjem lagi -> perlu di bold "gk modal"
Singkat cerita, jatuh cintalah daku pada Wae Rebo sejak bacaan paragraf pertama, surga Indonesia bro! . Dan anehnya Wae Rebo, bagai gadis desa yang suka bersembunyi di punggung bapaknya tapi terkenal sakali seantero luar negeri. malu aku jadi orang Indonesia, tak kenal surga sendiri. Okay, tak usah dipikirkan lagi, Wae Rebo lansung masuk list surga dunia yang wajib dikunjungi sebelum mati. He he..
Setelah keluar masuk blog web terpenjara dalam gua web blog, dihimpit batu sakti lompat kesana kesini... gw tahu ternyata nenek moyang Wae Rebo itu orang MINANG bro! minang! minang! -> gw mikir apa hal yang terjadi ampe nenek moyang gw bisa nyampe kesana! amazing! spectaculer! extracuriculer!
(9gag versi hijaber ha ha..)
Check this video man!!
and this
Apa aja
yang harus kita tahu dari Wae Rebo? Check it out men !
- Rumah adat Mbaru Niang, yaitu rumah adat khas suku Manggarai di dusun Wae
Rebo Kabupaten
Mangarai, Flores, NTT ternyata dikasih
penghargaan tertinggi (Award of Exellence) dari UNESCO Asia Pasific Awards
2012. Keren men!
(rumah Mbaru Niang; segala sumber)
‘Mbaru Niang’ atau ‘rumah drum’ dalam bahasa Manggarai, adalah rumah melingkar berbentuk kerucut, bangunan semuanya dibangun dengan cara tradisional. Atap besar, terbuat dari ijuk, didukung oleh sebuah tiang kayu pusat. Dimana didalamnya terdapat perapian yang terletak di tengah rumah. Rumah seremonial – berbeda dalam ukuran dari bangunan lainnya adalah tempat di mana drum pusaka suci dan gong disimpan, dan di mana upacara dan ritual yang berbeda diadakan. Rumah ini adalah bangunan komunal, mengumpulkan delapan keluarga yang berasal dari nenek moyang yang sama di bawah atap yang besar. Strukturnya melambangkan kesatuan klan, dengan drum dianggap sakral media klan untuk berkomunikasi dengan nenek moyang. - Meski
terkenal seantero luar negeri, ternyata turis pertama Indonesia itu adalah Yori
dan teman temanya kelompok arsitek pada bulan Agustus tahun 2008. Miris men! Pengen tahu lengkapnya Yori Antar, kunjungi ini bro :(Yori Antar)
http://majalahasri.com/yori-antar-membangun-kembali-kekayaan-arsitektur-nusantara/
Sejak 2002 Wae Rebo sudah rutin menerima kunjungan turis ataupun peneliti asing. Misalnya dari Prancis, Inggris, Amerika Serikat, Taiwan, ataupun negara-negara Eropa lainnya. Tercatat turis Belanda yang paling banyak mengunjungi Wae Rebo. Hingga 2009, tercatat 480 pelancong ke Wae Rebo dengan 9 orang diantaranya ialah orang Indonesia.
Well, gw malu gw gk tahu ini
- Ngomongin
kultur budayanya, Wae Rebo adalah daerah aman ama ramah men!
Di buku “Pesan dari Wae Rebo”, Guru Besar Arsitektur Universitas Indonesia Profesor Gunawan Tjahjono nulis, kalo tata letak rumah-rumah di dusun Wae Rebo ternyata sama sekali nggak nunjukin kalo dusun ini pernah terlibat perang. Peace man!
Dusun ini beda banget sama kebanyakan sistem desa tradisional di Indonesia yang biasanya make pola pertahanan desa. Terus ternyata masyarakat Wae Rebo juga gk kenal ama yang namanya persenjataan kecuali buat nanem -> cocok tanam. Peace banget man!
Masyarakat disini juga relatif ramah dan bersahabat ama pelancong. Ngasingin diri tapi tetep open ama tamu.
Lengkapnya lu liat blog ini :
- Go to Wae
Rebo! Go go!Penerbangan bisa dimulai dari Bali atau Lombok ke Labuan Bajo. Labuan Bajo merupakan destination awal kalo lu pada mau ke Wae Rebo. Sebenernya ada satu lagi destinasi awal yaitu ruteng, ibukota kabupaten Manggarai. Ada penerbangan langsung ke Ruteng dari Denpasar, hanya saja tidak setiap hari. Lebih mudah untuk ke Labuan Bajo terlebih dahulu baru dilanjutkan menggunakan bus atau travel menuju Ruteng.(labuan bajo;segala sumber)
Terus lanjut ke Dintor, Labuan Bajo-Dintor biasanya butuh 5 jam perjalanan darat. Dintor itu terletak di pantai yang menhadap pulau Mules. Wasyik!
Karena jalanan aspalnya lumayan sempit, Cuma cukup 2 mobil. Lumayanlah!
Setelah 1 jam perjalanan, kita nyampe ke desa Denge, baru deh Wae Rebo!
Sedangkan untuk transportasi dari Ruteng ke Denge atau Dintor (Dintor adalah desa di dekat Denge) tidak banyak.- Bemo, semacam angkot, tidak beroperasi setiap hari.
- Oto kayu, beroperasi setiap hari, truk yang bagian bak belakangnya disulap dengan papan-papan untuk tempat duduk penumpang. Oto kayu ini pun hanya ada dua (kadang cuma satu) yang beroperasi. Berangkat dari Terminal Mena di Ruteng sekitar jam 9 sampai 10 pagi. Sampai di Denge sekitar jam 2 siang.
- Ojek, beroperasi setiap hari, tapi harus siap terjaga selama perjalanan.
Eng ing eng, setelah menmpuh bahaya bro, lu bakal nemuin surga dunia penuh senyuman bro, kebayar deh semua. oh ya karena Wae Rebo ada diketinggian 1100 m di atas permukaaman air laut, jadi dusun ini lumayan dingin juga bro. Siapin baju hangat!
Atau lengkapnya lu tinggal kunjungi :atau bisa kunjungi ini :
kunjungi ini juga :http://www.tanpakendali.com/2014/02/jalan-ke-waerebo.html - Kocek kocek yang perlu disiapin di Wae Rebo
Ada biaya administrasi -> siapin kocek bro!
ada beberapa kesepakatan diantara Masyarakat disana yang menetapkan Biaya Admistrasi, Dimana pengelolaan uang tersebut ternyata untuk biaya bahan makanan dan memasak makanan yang dibuat oleh para ibu serta pemeliharaan infrastruktur kampung seperti bahan bakar genset dan sumber air. Secara berkala, hasil pengumpulan biaya administrasi itu akan dibuka bersama-sama oleh masyarakat dan diumumkan jumlahnya serta dibagi untuk pengelolaan kampung.
Biaya buat menginap bro -> siapin kocek lagi!
Biaya menginap di rumah adat Wae Rebo adalah Rp 225,000/orang sudah termasuk tiga kali makan. Jika tidak menginap, maka tamu dapat membayar Rp 100,000. Yang tidak boleh dilupakan adalah setiap tamu yang datang ke Wae Rebo harus melalui upacara Waelu. Dimana para tetua adat akan memohonkan ijin pada para leluhur untuk menerima tamu serta memohon perlindungan hingga sang tamu meninggalkan kampung dan kembali ke tempat asalnya. Siapkan uang 20ribu/rombongan atau seikhlasnya sebagai sesaji.trus juga info dari om om yg udah kesana juga ini nih, kocek yang perlu disiapin.
Travel Labuan Bajo – Ruteng : 70 ribu (4-5 jam)Oto kayu Ruteng – Denge/Dintor : 30 ribu (4 jam) dari Ruteng sekitar jam 9-10 pagi.Dari Denge/Dintor – Ruteng oto kayu start pagi-pagi sekali dari jam 3-5 pagiOjek Ruteng – Dintor/Denge : 150ribu-200ribuHomestay Wejang Asih : 175 ribu/hari/orang dapat makan selama tinggalGuide/porter ke Waerebo (wajib) : 150ribu
kunjungi :
http://wisata.kompasiana.com/jalan-jalan/2012/09/27/flores-tips-mengunjungi-wae-rebo-490970.html
Men, klo lu gk punya duit sekarang nabung!! kunjungi surga2 dunia di tanah lu sendiri, punya bangsa lu sendiri!!
Langganan:
Postingan (Atom)









