Minggu, 10 April 2016

Potret - Museum Bank Mandiri

Jadi ini beberapa potret yang menarik perhatian ayu pameran foto di museum bank mandiri. Ayu lupa dengan tema pameran ini, tapi sepertinya ada hubungan dengan pemerintahan Jokowi.

chic girl

Chic girl, bisa dibayangkan betapa percaya dirinya gadis mungis nan manis ini berpose di belakang mobil paling dikenali di negara ini "RI 1". Ayu suka, rasa bebas berekspresi memang begitu mahal harganya.

Rajin

Anak sekolah berpakaian rapi di sekolah yang doyong. Fasilitas pada dasarnya tidak menyurutkan kebahagian yang didapatkan jika bersekolah. Bertemu kawan, uang jajan, mengenal dunia yang tidak dikenal. Dan betapa ajaib, coretan berbaris membentuk pola bisa menjelaskan berbagai makna.

Gapai (1)

Gapai (2)
Apa yang terasa ketika melihat potret ini? Sesuatu yang tak bisa dijelaskan. Tapi kau akan paham sendiri. Percayalah!

Keputusan

Apa mau ngisi apa, bingung sendiri.
Setelah pencarian penuh air mata, akhirnya ditetapkan setelah lulus kuliah. Ayu tidak bekerja ataupun kuliah.
Lalu jadi apa? Relawan
Ayu memilih bergabung dengan patriot energi, masih ada tahap seleksi sih. Tapi Ayu berniat untuk berusaha keras pada tahap ini.


Kumisan

Minggu, 21 Februari 2016

Ini karma


Beberapa waktu yang lalu, okay ganti. Beberapa tahun yang lalu saya begitu lantang mengatakan perang. Namun kali ini saya keder sendiri dengan niat mulia ini. Adasaja yang kurang, saya belum belajar ini, saya belum menyiapkan itu, saya belu beradadi tahap sana. Atau apalah.

Menjilat air ludah sendiri, tak sehina menjilat ludah orang lain bukan?

Rabu, 20 Januari 2016

Leaning with someone

Masalah pertama ketika memiliki pasangan adalah membuka diri, lalu dipaksa bergantung. Kemudian menjadi biasa.
Tak ada yang buruk dari  kegiatan leaning. Indah sekali, bagai kilau cahaya cela pintu pada kamar yang mencekam. Lalu mengapa ini terasa berat, perasaan lemah menggebu gebu dari hati yang angkuh. Mungkin aku saja yang tidak terbiasa.
need coffee, ya seminimal minimalny lebih baik dari kopi sachet kemanisan

Minggu, 17 Januari 2016

Kalah gapleh, akang tetap menangin hati eneng kok :)

Kartu remi, uno, domino, gapleh, catur ataupun carambol, mungkin jadi permainan yang umum dalam mengisi waktu luang ketika kumpul bersama. Ada yang menarik dari pengalaman kali ini, beberapa waktu yang lalu saya dan pasangan saya bermain gapleh sambil menunggu pesanan makanan di salah kafe area cempaka putih, Jakarta. Pada dasarnya, menunggu sambil bermain adalah hal yang sudah biasa terjadi. Biasanya pengelola cafe sudah memfasilitasi kafenya dengan permainan yang bisa dipinjam oleh pengunjung.
Kali ini saya memilih gapleh, yang menariknya dari cerita ini adalah saya menang telak. Pasangan saya sama sekali tidak bisa mengalahkan saya dari permainan ini.
Haha saya tidak bermaksud sombong, mungkin saja saya kebetulan menang karena saya beda jumlah banyak pengalaman permainan(saya bermain gapleh dengan sepupu sejak sd), atau faktor x yang bisa diterangkan oleh dewi fortuna.
Yang menarik bukan saya yang menang, melainkan wajah pasangan saya yang bersungguh sungguh ingin menang, wajah kesal karena kalah, alasan kalah konyol ketika saya iseng menggodanya.
Wajah polosnya akan bergerak gerak aneh ketika berusaha menyembunyikan kartu atau trik agar menang dan masih banyak yang lainnya. Ah beliau memang tidak pandai berbohong.
Maafin eneng ya kang, sering bikin akang kalah. hahaha
Kalaupun akang kalah main gapleh, akang tetap menangin hati eneng kok
jangan bosen main ama eneng. hehe #peace 

Coret-coretan, kalah main kartu