Sabtu, 25 April 2015

segeralah pergi

Can I deserve better?
Atau cuma mau numpang lewat? Sok aja
Itu pertanyaan, bukan tuntutan

Entah karena angin apa, hujan petir gelombang laut besar
Pertanyaan ini mulai mengerogoti, secara tidak sabar. Ketika kamu berwarna biru, muncul
Mencuri waktu, palu, paku, bahkan aku

Bukankah dari awal sudah kunyatakan dengan sejujur jujurnya, peraturan permainan yang seadil adilnya
Belati berkarat enggan ku lemparkan pada batang, pada tentang wajah, pada hangat usap malam.

Silahkan pergi

(Entah biru ke berapa, mulai muak)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar