Apakah ini keluhan? Atau uneg-uneg yang sebenarnya tidak terlalu penting tapi megganjal dihati? Okay, termasuk kelompok apapun itu saya terima.
Kelebihan dari nge-kost di kost-an perempuan adalah mendengar tangisan
menyayat tak pandang waktu, pagi siang malam. Oh god
Dan atas nama kemanusian, mau gk mau, ikhlas
atau gk ikhlas, sibuk gk sibuk. dengan suara lembut kamu harus bertanya
ada apa, memeluk dan membiarkan bahu basah dengan cairan dari mata serta hidungnya.
Itu bukan masalah untuk saya, jujur itu tidak terlalu memberatkan. Peran itu bisa saya laksanakan dengan baik.
Yang menjadi masalah, adalah intesitas tangis itu dan alasan konyol latar belakang tangis itu. Man, dari semua tumpukan konyol itu yang paling saya tidak suka adalah alasan "masalah cowok".
Baiklah kadar masalah setiap orang berbeda, pilihan penyelesaiannya juga berbeda. Berat buat saya belum tentu berat buat kamu, begitu juga sebaliknya. Namun alangkah baiknya emosi meledak ledak tidak turut dalam penyelesaian masalah. Dalam hal ini perempuan sering dikaitkan dengan air mata.
Ayolah jangan gunain alasan gender kamu untuk nge-buang air mata untuk masalah yang sebenarnya bisa kamu selesaikan dengan punggung tegak serta dagu yang tidak tunduk.
Ayolah jangan gunain alasan gender kamu untuk nge-buang air mata untuk masalah yang sebenarnya bisa kamu selesaikan dengan punggung tegak serta dagu yang tidak tunduk.
Ada yang pernah bilang dunia tidak berpusat dengan saya. Tapi bagaimana jika dunia di luar ruangan saya mulai mengusik keteraturan ruang saya, melewati garis standar jarak dengan ruangan saya. Tidak bolehkan saya bertindak?
ah kali ini ini saya terlalu bicara, kembali dulu ke skrip-shit
maaf
![]() |
| Perempuan |
17 maret 2015
dengan semua desakan yang dari awal sudah mengganggu

Tidak ada komentar:
Posting Komentar