Ayu's Stories

Sebuah peti untuk menyimpan yang telah usang, menyembunyikan rasa malu, pijakan ketika mengintai

Kamis, 01 Januari 2015

ntah

ayam.. aku berlalu dalam bau madu
menanhis di ujung bukit.. berlari dan berlari
maju.. tersedu terdesak dalam warna tak buram tak cerah
hh.. aku.. siapa aku..
siapa aku dalam aku.. aku kaku batu baku jatuh.. duh
ntah...

27 sep 2010
Diposting oleh Unknown di 18.07
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Label: Salinan blog lama, Tertulis, Waktu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
Langganan: Posting Komentar (Atom)

Arsip Blog

  • ►  2018 (1)
    • ►  Mei (1)
  • ►  2017 (1)
    • ►  Maret (1)
  • ►  2016 (5)
    • ►  April (2)
    • ►  Februari (1)
    • ►  Januari (2)
  • ▼  2015 (89)
    • ►  Desember (4)
    • ►  Oktober (10)
    • ►  September (6)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Mei (9)
    • ►  April (9)
    • ►  Maret (13)
    • ►  Februari (3)
    • ▼  Januari (34)
      • Warna. manusia, warna, manusia
      • Kisah II
      • Saran padamu II
      • Ku kejar kau berlari
      • Sebuah rasa
      • Tatap langit
      • Ingin
      • malu mengeluh
      • Saran padamu I
      • ingin menulis
      • spekulasi kosong
      • Mencoba
      • ku kejar kau berlari
      • waktu itu
      • tangan satu satu
      • Aku ingin kau tahu ibu
      • Ketika hujan, kau pergi
      • aku masih tetap
      • Kisah I
      • anjing II
      • ntah
      • bodoh mati!
      • sesak
      • aku
      • tanya!
      • Sombong
      • tanya ke emak
      • Letih hati berlari
      • Lamun
      • Lagi
      • Bohong, entah baca dimana
      • Sudah biasa
      • Semamput
      • Jangan mau!
  • ►  2014 (10)
    • ►  Oktober (2)
    • ►  Juli (2)
    • ►  Mei (6)

Mengenai Saya

Unknown
Lihat profil lengkapku
Tema Sederhana. Diberdayakan oleh Blogger.