Ayu's Stories

Sebuah peti untuk menyimpan yang telah usang, menyembunyikan rasa malu, pijakan ketika mengintai

Kamis, 01 Januari 2015

Lamun

teduh bulan menari, langit bermega
aku adalah bilah hujam menghujam 
darah mengucur ...tetes menetes
beriak membelengu biru
ada waktu ...yang tak mau menunggu 
ada bisu
kelabu lagi biru
kembali waktu membiru 

22 mei 2011
Diposting oleh Unknown di 10.33
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Label: Salinan blog lama, Tertulis, Waktu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
Langganan: Posting Komentar (Atom)

Arsip Blog

  • ►  2018 (1)
    • ►  Mei (1)
  • ►  2017 (1)
    • ►  Maret (1)
  • ►  2016 (5)
    • ►  April (2)
    • ►  Februari (1)
    • ►  Januari (2)
  • ▼  2015 (89)
    • ►  Desember (4)
    • ►  Oktober (10)
    • ►  September (6)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Mei (9)
    • ►  April (9)
    • ►  Maret (13)
    • ►  Februari (3)
    • ▼  Januari (34)
      • Warna. manusia, warna, manusia
      • Kisah II
      • Saran padamu II
      • Ku kejar kau berlari
      • Sebuah rasa
      • Tatap langit
      • Ingin
      • malu mengeluh
      • Saran padamu I
      • ingin menulis
      • spekulasi kosong
      • Mencoba
      • ku kejar kau berlari
      • waktu itu
      • tangan satu satu
      • Aku ingin kau tahu ibu
      • Ketika hujan, kau pergi
      • aku masih tetap
      • Kisah I
      • anjing II
      • ntah
      • bodoh mati!
      • sesak
      • aku
      • tanya!
      • Sombong
      • tanya ke emak
      • Letih hati berlari
      • Lamun
      • Lagi
      • Bohong, entah baca dimana
      • Sudah biasa
      • Semamput
      • Jangan mau!
  • ►  2014 (10)
    • ►  Oktober (2)
    • ►  Juli (2)
    • ►  Mei (6)

Mengenai Saya

Unknown
Lihat profil lengkapku
Tema Sederhana. Diberdayakan oleh Blogger.