Ayu's Stories

Sebuah peti untuk menyimpan yang telah usang, menyembunyikan rasa malu, pijakan ketika mengintai

Kamis, 01 Januari 2015

Jangan mau!

Jangan mau, dibodohi perasaan yu
Sebegitu medambanyakah, hingga kontrol
harus dilakukan manual?
Melelahkan
                   Merepotkan
Mari kembali normal seperti sedia kala

00.13 ; 22 jan 2015
Kamar, Riesma tidur lelap
Diposting oleh Unknown di 09.55
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Label: Tertulis, Waktu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
Langganan: Posting Komentar (Atom)

Arsip Blog

  • ►  2018 (1)
    • ►  Mei (1)
  • ►  2017 (1)
    • ►  Maret (1)
  • ►  2016 (5)
    • ►  April (2)
    • ►  Februari (1)
    • ►  Januari (2)
  • ▼  2015 (89)
    • ►  Desember (4)
    • ►  Oktober (10)
    • ►  September (6)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Mei (9)
    • ►  April (9)
    • ►  Maret (13)
    • ►  Februari (3)
    • ▼  Januari (34)
      • Warna. manusia, warna, manusia
      • Kisah II
      • Saran padamu II
      • Ku kejar kau berlari
      • Sebuah rasa
      • Tatap langit
      • Ingin
      • malu mengeluh
      • Saran padamu I
      • ingin menulis
      • spekulasi kosong
      • Mencoba
      • ku kejar kau berlari
      • waktu itu
      • tangan satu satu
      • Aku ingin kau tahu ibu
      • Ketika hujan, kau pergi
      • aku masih tetap
      • Kisah I
      • anjing II
      • ntah
      • bodoh mati!
      • sesak
      • aku
      • tanya!
      • Sombong
      • tanya ke emak
      • Letih hati berlari
      • Lamun
      • Lagi
      • Bohong, entah baca dimana
      • Sudah biasa
      • Semamput
      • Jangan mau!
  • ►  2014 (10)
    • ►  Oktober (2)
    • ►  Juli (2)
    • ►  Mei (6)

Mengenai Saya

Unknown
Lihat profil lengkapku
Tema Sederhana. Diberdayakan oleh Blogger.